Seseorang yang merasa dirinya dalam kefakiran serta kemiskinan, seyogyanya mempunyai sifat qona’ah, jangan sekali-kali tamak pada milik orang lain, tidak pula menginginkan sesuatu yang ada ditangan mereka. Jangan pula berhati loba untuk mencari harta itu dengan segala jalan yang ada tanpa melihat baik buruknya serta halal haramnya. Sehingga menyebabkan ia menjerumuskan diri memasuki lembah keburukan budi dan kehinaan akhlak atau melakukan kemunkaran-kemunkaran.
Memang benar bahwa setiap manusia itu mempunyai watak loba serta kurang qona’ah, sebagaimana yang disabdakan oleh Rosulullah s.a.w.
“Andaikata seseorang itu sudah memiliki dua lembah emas, pastilah ia akan mencari yang ketiganya sebagai tambahan dari dua lembah yang sudah ada itu” ( H.R Bukhari& Muslim).
Obat
Untuk mengobati penyakit loba dan tamak itu ialah dengan melaksankan hal-hal berikut:
- Membiasakan diri hidup dalam keadaan sedang, sederhana dan tidak berlebih-lebihan dan menjauhi kemewahan.ini merupakan pangkal dari sifat qona’ah.
- Hendaknya seseorang itu meyakinkan dengan seyakin-yakinnya bahwa rezeki yang sudah ditentukan untuknya itu pasti akan diperolehnya. Rezeki itu pasti akan datang sekalipun ia tidak berhati tamak dan loba untuk meraihnya.
- Disadari dengan berbuat qona’ah akan memperoleh kemuliaan sebab tidak memerlukan atau mengharapkan pertolongan orang lain dan tidak sampai meminta-minta sesuatu untuk menutupi kebutuhannya.
- Membaca dan menelaah kisah para Rosul dan sahabat-sahabatnya , mendengarkan cerita-cerita tentang beliau, kemudian akalnya sendiri disuruhnya memilih apakah mau mencontoh perilaku kaum durhaka atau kaum yang berbakti kepada Allah.
- Memandang kepada orang yang berada dalam keadaan dibawahnya bukan yang diatasnya dalam soal keduniawian.
Dengan melaksankan hal-hal diatas insya Allah seseorang akan mendapatkan sifat qona’ah, menerima apa yang ada padanya, dan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki nasibnya serta tetap berpegang teguh pada kesabaran walau dalam keadaan bagaimanapun juga.
Filed under: Pelajaran